Rabu, 29 Juni 2016

STRATEGI PEMASARAN AIR ASIA



STRATEGI PEMASARAN AIR ASIA

 Air Asia adalah contoh sukses dari suatu usaha yang dilahirkan oleh gagasan dan kreativitas diluar pakem atau out of the box. Di tangan Tony Fernandes Air Asia berhasil mengubah paradigma serta peta kekuatan penerbangan di Asia. Paradigma bahwa naik pesawat itu mahal, untuk orang kaya, dan keruwetan telah dihilangkan oleh Tony. Dia berhasil mengubah wajah di dunia penerbangan sedemikian rupa sehingga semua orang bisa terbang seperti tagline Air Asia yaitu “Now everyone can fly”. Dan Tony bisa mengubah peta penerbangan di Asia. Untuk penerbangan internasional sendiri ada 1,98 juta orang mendapat 40% pangsa pasar sedangkan domestik 1,45 juta penumpang dengan pangsa 4,34%.
Konsep LCC (low cost Carrier) yang diusungnya banyak diikuti oleh para pelaku penerbangan , Tony membuang biaya-biaya mahal yang sebenarnya tidak diperlukan dalam ongkos penerbangan, nofood, no newspaper, no ticket, no middleman dan menggunakan pemasaran online secara terus menerus. Bahkan Tony mewajibkan pilot untuk menetapkan titik terjauh untuk landing pesawat agar ban pesawat awet dan juga mewajibkan para pramugari agar selalu membersihkan dalam kabin setelah para penumpang keluar dari pesawat. Membayar bahan bakar dimuka untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar. Umumnya para penumpang akan terlihat berdesak-desakan agar revenue dari volume penumpang bisa sesuai dengan target.
Banyak cara membangun kesetiaan pelanggan. AirAsia membentuk loyalitas para penumpang sejak usia dini. Caranya, dengan meluncurkan simulator pesawat di Kidzania Jakarta dan Junior Jet Club. Melalui program ini, maskapai tersebut juga mengenalkan dunia penerbangan kepada anak-anak.
Mau tahu profesi apa yang paling disuka anak-anak ? Jawabannya: pilot dan awak kabin alias pramugari. Ya, paling tidak begitu jawaban anak-anak yang berkunjung ke Kidzania Jakarta.
Fakta menunjukkan, di Kidzania Jakarta, “Establishment AirAsia yang paling banyak dikunjungi anak-anak,” kata Collin Nursatriawan, Vice President Marketing Sponsorship PT Aryan Indonesia, pengelola Kidzania Jakarta.
Melalui Establishment tersebut, maskapai berbiaya murah asal Malaysia tersebut mengajak anak-anak yang datang ke pusat rekreasi berkonsep edutainment pertama di Asia Tenggara tersebut menjadi pilot dan pramugari.
Di Establishment itu, AirAsia menyediakan enam simulator dan satu “kabin pesawat” lengkap dengan belasan kursi penumpang. Sejak hadir di Kidzania Jakarta pada 24 November 2007, perusahaan penerbangan ini sudah mencetak lebih dari 400.000 “pilot” dan “pramugari” anak.
Tak hanya melahirkan “penerbang” dan “awak kabin”, kehadiran Establishment AirAsia di Kidzania Jakarta juga bertujuan mengenalkan anak-anak pada dunia penerbangan. “Kami menjelaskan kepada anak-anak bagaimana menjadi seorang pilot dan awak kabin, bahkan teknisi pesawat,” kata Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Group Tony Fernandes.
Kenapa AirAsia juga membidik anak-anak usia 4-16 tahun? Menurut Fernandes, anak-anak merupakan pangsa pasar yang besar dalam bisnis penerbangan. Itu sebabnya, “Melalui kerjasama dengan Kidzania Jakarta ini, kami juga ingin membentuk imaji anak-anak soal AirAsia sehingga kelak mereka akan memilih AirAsia jika ingin bepergian ke suatu tempat dengan pesawat terbang,” katanya.
Untuk semakin menumbuhkan kecintaan terhadap AirAsia sejak dini, maskapai yang sudah menerbangkan 100 juta penumpang ini juga membentuk Junior Jet Club. Yakni, komunitas yang berisi program petualangan dan perjalanan, yang terbuka untuk semua anak-anak.
Tujuan AirAsia menghadirkan Junior Jet Club yang menyasar penumpang keluarga yang membawa anaknya adalah membangun kesetiaan anak-anak terhadap merek mereka. Satu caranya, “Dengan menawarkan merchandise dan makanan selama penerbangan.

Segmentasi, Targeting dan Positioning
Segmentasi
Segmen pasar yang ditarget oleh AirAsia adalah kalangan menengah kebawah dan   golongan   konsumen   yang   tidak   begitu   mementingkan   layanan   tetapi berfokus pada harga.
Segmentasi Geografis : Kawasan Asia (Indonesia, Thailand, Malaysia, singapore dll) dan sekarang menuju kawasan Eropa dan Amerika
Segmentasi Demografis :
         Usia : 15-70
         Status Sosial : Semua kalangan
         Gender : Pria dan Wanita
Segmentasi Psikografis : Orang atau Masyarakat yang hanya membutuhkan fasilitas mendasar dari produk yang ditawarkan.
Targeting : Orang atau masyarakat yang membutuhkan layanan dengan murah dengan menggunakan fasilitas yang mendasar dari produk yang ditawarkan perusahaan.
Positioning : “Now Everyone Can Fly” mengandung arti bahwa air asia bisa dinikmati oleh siapapun dengan maskapai penerbangan dengan  biaya rendah dan terjangkau sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk terbang.

Bauran Produk
Produk :
·         Jasa penerbangan
Harga :
Low Cost  Carrier : strategi penurunan operation cost serendah mungkin dengan efisiensi di segala lini dengan mengeliminasi layanan yang ada pada penerbangan tradisional pada umumnya
Place :
Direct Marketing dan No Middle Man
Promotion :
·         TV
·         Online
·         Co-branding
·         Master ambassador untuk Manchester United dan F1
Personal :
Merekrut karyawan terbaik dengan menitik beratkan pada multifungsi personal tersebut
Service :
·         Hanya melayani kebutuhan dasar produk yang ditawarkan
·         Semua Penumpang  pada kelas yang sama yaitu kelas ekonomi
·         Tiket cukup menggunakan secarik kertas
Bukti Fisik :
·         Kualitas penerbangan yang aman
·         Logo perusahaan  menarik

Dari semuanya ada beberapa hal yang dijadikan faktor kunci dalam menekan biaya yaitu :
·         Mengutamakan keselamatan : bekerjasama dengan perawat yang berstandar Internasional
·         Pemanfaatan aircraft : waktu perputaran tercepat di region sekitar 25 menit memastikan tarif hemat dan produktivitas tinggi
·         Tarif  hemat tanpa embel-embel : menyediakan layanan sesuai kebutuhan dengan memerhatikan kualitas
·         Pengoprasian Sederhana : memastikan pengoprasian sederhana dan efisien
·         Sistem distribusi yang ringkas : menawarkan jaringan distribusi yang luas dan inovatif
·         Menerapkan jaringan point to the point : agar pengoprasian sederhana dan berbiaya rendah



Berikut Ringkasan singkat dari keunggulan produk penerbangan air asia tersebut ialah :
1.      Mendapatkan penawaran harga tiket pesawat yang sangat murah dan terjangkau dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya dan tentunya AirAsia juga memiliki cukup banyak penumpang. Sebagai salah satu ciri khas dari maskapai ini adalah menggunakan pesawat yang berwarna dominan merah
2.      Maskapai ini memiliki rute penerbangan yang lebih luas di wilayah Asia Tenggara. Sekalipun berpusat di Malaysia namun maskapai penerbangan ini memiliki beberapa kantor pusat yang ada di beberapa negara seperti Indonesia.Maskapai penerbangan ini sepenuhnya menggunakan pesawat Airbus dan yang lebih membanggakan, maskapai ini menjadi maskapai terbaik dengan harga rendah pada tahun 2013. Anda bisa memilih kursi dengan pilihan kelas ekonomi dan hot-seat dan masing-masing kelas tersebut memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang
3.      Maskapai AirAsia selalu memberikan promo kepada penumpang, hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. AirAsia sering memberikan tiket promo setidaknya seminggu sekali
4.      maskapai AirAsia memberikan pelayanan berkelas internasional kepada penumpang. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir saat di dalam pesawat, Anda bisa memesan makanan dan minuman yang disediakan di maskapai penerangan ini. Anda bisa memesan makanan secara online ataupun memesannya saat berada di pesawat.
5.      Menggunakan pesawat murah bukan berarti pelayanan dan kenyamanannya murahan. AirAsia membuktikan bahwa maskapai penerbangan ini memang unggul soal harga namun tidak menurunkan kualitasnya. AirAsia tetap memberikan layanan terbaik pada penumpang dan juga mengedepankan keamanan bagi setiap penumpang.

Karakteristik Konsumen Air asia
Karakteristik  konsumen Indonesia sendiri yang unik, Keunikan konsumen di indonesia sendiri yaitu :
Unik dalam hal Attitude, Behavior,dan Life Style menghasilkan Buying Process yang unik pula. Lingkungan di Indonesia inilah yang menjadikan karakter konsumen indonesia berbeda dengan negara lain, Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dan bahasa sehingga berbeda dalam hal norma, nilai, dan kebiasaan, Komunikasi Non Verbal, beragam dalam cara mengomunikasikan perasaan dan preferensi, Tingkat pendidikan dengan hanya 50% lulusan SMA di perkotaan dan kurang dari 60% lulusan SMP di pedesaan membuat masyarakat Indonesia menginginkan kepraktisan, berpikir jangka pendek, dan malas membaca informasi. Group Reference pengaruh tokoh – tokoh masyarakat sangat kuat dalam pengambilan keputusan.
Tingkat SosialisasiMasyarakat Indonesia adalah kelompok yang memiliki tingkat sosial yang kuat. Produk yang mampu direkomendasikan oleh kelompok akan cepat berhasil. Karakter konsumen yang pertama ini menunjukkan betapa konsumen Indonesia kebanyakan lebih mementingkan manfaat jangka pendek dari suatu barang/jasa dibandingkan efeknya dalam jangka panjang.
Konsumen Indonesia yang cenderungberorientasi jangka pendek ini terbentukkarena dorongan berbagai faktor antara lain, tingkat pendapatan dan pendidikan yang rendah, pengaruh nilai budaya dan norma permisif-kekeluargaan, dan sistem kemasyarakatan lainnya.
Oleh karena kunikan itu sehinggan membuat  tidak semua maskapai  penerbangan  dapat  bertahan, banyak yang akhirnya  mundur  dan  menutup operasionalnya  di  Indonesia  karena  pailit  dan  kalah  jumlah  penumpang.
Para  maskapai  ini  harus  memiliki  keunggulan  bersaing  yang  berbeda  dibandingkan  pesaing  yang juga mengusung strategi low cost carrier maupun full service, Maskapai  penerbangan  yang  masuk  ke  dalam  kategori pure low cost hanyalah Indonesia  Air  Asia, Indonesia Air Asia memiliki keunggulan sebagai bagian dari Air Asia Bhd sehingga ekuitas merek sendiri sudah kuat Merek  merupakan  hal  yang  penting  bagi  dunia pemasaran  saat  ini,  termasuk  dalam  industri  penerbangan.  Merek  membantu konsumen untuk mengenali produk atau jasa dan membedakannya dari pesaing.  Kompetisi para maskapai penerbangan di pasar penerbangan low cost carrier membuat  alternatif  pilihan  konsumen  semakin  tinggi sehingga indonesia air asia dapat bertahan di indonesia dengan keunggulannya tersebut.

UTS MANAJEMEN PEMASARAN



JAWABAN UTS MANAJEMEN PEMASARAN
1)   Tantangan terbesar di abad 21 ini yang di hadapi oleh manajemen pemasaran antara lain :
  1. Tantangan pada Power Marketing
Landasan utama power marketing adalah memanusiakan pelanggan yang terangkum dalam konsep customer centered marketing. Dengan demikian konsumen merupakan subyek, bukan obyek dari pemasaran. Power marketing akan bertumpu pada tiga kata kunci; moving, caring dan inovating. Moving merupakan tumpuan untuk menjawab gelora persaingan dan dinamika permintaan yang selalu bergejolak karena ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi. Dalam perwujudannya, moving musti disertai kepedulian kepada pelanggan ( caring ) melalui langkah-langkah inovasi ( inovating ) di bidang strategi, manajerial, maupun produk/jasa.
Inovasi merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi pelanggan. Kepuasan pelanggan akan menelurkan kepercayaan dan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan, yang artinya tercipta loyalitas pelanggan. Hubungan pelanggan tidak sekedar hubungan pada dataran rasional belaka, tetapi sudah jauh merasuk ke dalam ranah emosi pelanggan. Sehingga pangsa pasar yang digenggam bukan hanya mind share, namun sudah masuk ke wilayah heart share.
  1. Tantangan pada Transferable Marketing
Biaya pemasaran untuk memasuki arena global, secara logis akan meningkat pula. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan efisiensi biaya adalah dengan memanfaatkan transferable marketing. Arti dari tranferable marketing adalah penyusunan pola pemasaran yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa lokasi atau pasar sasaran dengan derajat universalitas yang ditingkatkan. Contoh yang bagus adalah konsep pemasaran dari DeBeers berlian. DeBeers dibuat di London dan Hongkong, sedang pemanfaatannya disebar ke berbagai lokasi, termasuk Indonesia. Penyebaran ini ( termasuk manfaat dan modelnya ) di sesuaikan dengan situasi negara setempat.
  1. Tantangan pada Manajemen Merek
Dalam upaya meningkatkan kiprah di dunia global, para pemasar ditantang untuk meningkatkan reputasi merek. Peran reputasi merek menjadi lebih penting untuk konteks abad 21 lantaran banyaknya jumlah merek yang beredar di pasar. Oleh karena itu di dalam perusahaan perlu ditumbuhkan adanya iklim kerja yang diwarnai dengan kebanggaan merek ( brand minded culture ). Harus pula diperhatikan pelaksanaan analisis realitas merek ke benak konsumen dalam rangka menentukan strategi peningkatan identitas merek.
Pada abad 21 house brand atau private label akan banyak diproduksi oleh perusahaan. Di Indonesia house brand banyak dilakukan oleh usaha eceran seperti; Matahari, Hero dan Makro. Untuk Matahari house brand produk pakaiannya diberi merek Stanley Adams dan M-2000. Sementara Hero pasar swalayan banyak bermain dalam house brand, semisal; Innosence untuk produk perlengkapan bayi, Hero Selection untuk soft drink, dan Hero untuk produk-produk industri rumah tangga. Untuk Makro, perusahaan ini menamai produk house brand-nya dengan sebutan Aro.
  1. Tantangan pada Etika Pemasaran
Masyarakat dan konsumen saat sekarang, terlebih lagi pada masa depan, akan peduli terhadap kualitas dan mulai memperhatikan sisi moralitas dan tanggung jawab sosial perusahaan. Termasuk dalam konteks ini adalah tingkat moralitas dari setiap keputusan pemasaran dan dampaknya bagi stake holder secara keseluruhan. Hal ini semakin dipertajam dengan adanya berbagai pendapat miring yang berkaitan dengan pemasaran, seperti rekayasa produk, penyalahgunaan label dan iklan, serta predatory pricing. Dalam situasi dimana persaingan menjadi lebih ketat dan reputasi perusahaan menjadi modal penting, maka mau tidak mau setiap kebijakan dan keputusan haruslah didasarkan pada kode etik yang berlaku dan ditetapkan oleh perusahaan maupun asosiasi profesional. Kode etik utama yang harus diperhatikan oleh para pemasar adalah; kejujuran dan keadilan dalam proses pemasaran, kode etik dalam bidang promosi, kebijakan harga dan distribusi, kode etik dalam riset pemasaran dan komitmen dalam memajukan peradaban manusia.
Tantangan pemasaran abad 21 seperti disebut diatas merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh para pemasar apabila ingin memenangkan persaingan. Pemasar sejak dini harus mampu mengantisipasi perubahan substansial dari pemasaran ini. Antisipasinya tidak terlalu sulit. Hanya dibutuhkan dua cara; mengoptimalkan kecerdasan dan bersahabat dengan perubahan.

2)   Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan abad 21 ini yaitu :
-        Strategi pertahanan dalam persaingan bisnis
-        Penyerangan terhadap pesaing bisnis
-        Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan fluktuasi segmen pasar
Sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan keunggulan itu merupakan faktor determinan dalam persaingan antarbangsa pada abad ke-21 nanti bagi mereka yang berminat memulai bisnis dimasa sekarang dan yang akan datang.
3)   Analisis Lingkungan Eksternal ini merupakan analisis terhadap dunia pesaing perusahaan dari arah mana saja. Termasuk di dalamnya mempelajari faktor-faktor eksternal terhadap perusahaan, seperti risiko-risiko pasar perusahaan. Di dalam analisis Swot tentang Lingkungan Eksternal, didalamnya terdapat Peluang dan Ancaman.
-        Yang ingin di pelajari suatu perusahaan ketika dia sedang memonitor, meramalkan, menilai, dan mengamati kondisi lingkungan eksternalnya adalah bahwa jika perusahaan tersebut benar-benar ingin mengetahui kondisi lingkungan eksternalnya, disamping itu juga untuk menentukan langkah apa sajakah yang sepantasnya untuk dilakukan kedepannya sehingga hal-hal yang buruk, yang dapat mempengaruhi kondisi keterburukan dalam perusahaannnya dapat terdeteksi dengan cepat dan perusahaan tersebut dapat mengatasi semua itu dengan akurat dan teliti berdasarkan sumber yang ada.
-        Mengapa perusahaan ingin menafsirkan dan mengumpulkan data dan informasi bagi pesaingnya, karena jelas dengan perusahaan tersebut memahami karakteristik pesaingnya maka dia lebih mengetahui kondisi : (1) kondisi keadaan perusahaan pesaingnya, (2) serta mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaingnya, (3) perusahaan tersebut dapat mengantisipasi ketertinggalan dengan para pesaingnya sehingga bisa terus berinovasi dan bersaing dengan perusahaan lainnya.
4)   Merk yang menjadi sumber keunggulan menurut saya adalah “kubota” (pabrik produk alat pertanian). Kita tahu di saat-saat ini pabrik-pabrik yang bergelut di bidang otomotif sedang terperosot dan banyak karyawan yang dipulangkan karena dipengaruhi oleh segmen pasar dan kondisi keadaan dolar. Tetapi apa yang terjadi dengan “kubota” ? pabrik ini berbalik 3600 dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan ini justru semakin maju dan berkembang di era ini karena ia mampu menjawab tantangan dan gigih dalam berinovasi untuk menjawab tantangan di depannya karena itu merupakan “DNA Kubota”, dan sekarang merk “kubota” yang bergelut dibidang alat-alat pertanian telah mampu menjadi pelopor nomor satu di indonesia, itu dibuktikan karena saat ini kubota masih trend sejak 50 tahun yang lalu, dan mampu menjadi yang nomor satu dalam bidang-bidang alat pertanian, itu dibuktikan karena hampir semua proyek pemerintah dalam bidang pertanian, pemesanan mesinnya hampir seluruh masuk di PT Kubota Indonesia.
5)   Indofood yang menerapkan strategi Mastering the Present, Pre-empting the Future, dimana strategi ini : fokus kepada organic growth, memanfaatkan keunggulan kompetitif melalui skala, ruang lingkup, rentang, dan kecepatan. Disamping itu, tetap mengenalkan produk kepada konsumen dengan higher price dan higher margin.
Walaupun sudah menerapkan strategi tersebut, konsumen indomie tetap tidak bisa menarik kembali konsumen yang sudah beralih ke mie sedap. Mie sedap, baru diluncurkan pada Mei 2003 dan itupun baru didistribusikan di Jawa dan Bali, namun namanya sudah diperbincangkan di warung-warung juga pasar swalayan.
Strategi yang digunakan mie sedap hingga dapat menarik minat pasar mie instan di Indonesia dari indomie sebanyak kurang lebih 25% selama 2 tahun, yaitu :
-      Televisi, dimana mie sedap memperkenalkan dirinya ke semua konsumen melalui media yang satu ini dengan iklan produk yang berbeda : dengan tema kejujuran lidah. Dari situlah masyarakat tertarik untuk mencoba mie sedap dengan varian rasa dan iklan yang bertemakan anak muda. Yang memperlihatkan mie sedap dapat dinikmati oleh berbagai jenis usia.
-      Yang kedua adalah harga. Melihat sebagian besar masyarakat ekonomi Indonesia adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah,mie sedap menargetkan produknya untuk kalangan menengah kebawah. Tidak hanya itu,dengan tawaran harga yang terjangkau ini,produk mie sedap juga dapat dinikmati semua jenis kalangan,baik bawah hingga ke atas.
-      Ketiga,dengan memberikan bonus. Mie sedap sering memberikan bonus tambahan mie instan untuk setiap pembelian 10 bungkus mie sedap dan bonus berupa piring,mangkuk,atau yang lain untuk setiap pembelian 1 kardus mie sedap. Hal ini cukup efektif karena pelanggan merasa diberi keuntungan dengan membeli banyak mie sedap.
-      Keempat,jumlah mie. Sudah disebutkan dalam faktor perbandingan diatas,dikatakan bahwa jumlah porsi mie sedap lebih banyak dibandingkan dengan indomie. Dan dengan jumlah porsi seperti itu mengakibatkan pelanggan menjadi lebih puas menikmati mie sedap.
Strategi pemasaran yang di terapkan pada mie sedap sangat inovatif cocok, sesuai, dan berhasil dalam mengenalkan produk dipasaran,  sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Mie sedap  dengan tujuan agar bisa dinikmati oleh semua orang dan bukan hanya orang kalangan menengah atas saja. Sekarang mie sedap sudah berhasil menguasai pasar walau tidak mendominasi namun dapat mengenyahkan indomie di pasar mie instan Indonesia.

UAS MANAJEMEN PEMASARAN



1)      Jika kita lihat melalui analisa konsumen dari produk Pizza Hut, minuman-minuman asing, apalagi karaoke sangat memuaskan nilainya, itu ditunjukan dari salah satu produk ini telah dibuka dimana-mana, bahkan akhir-akhir ini karaoke telah menjadi trend di indonesia khususnya di daerah yang perkotaan dan segi perekonomian daerah yang diatas rata-rata. Bahkan sekarang kegiatan bernyanyi ini telah menjadi suatu kegiatan yang bisa menghilangkan rasa bosan dan lelah setelah bekerja, dan sekarang banyak orang yang memiliki atau memainkan kegiatan karaoke dirumah karena dinilai lebih murah, bebas dan flexibel.
Untuk produk pizza hut, menurut saya cukup berhasil di Indonesia dan cukup diminati oleh masyarakat, itu dibuktikan di kota semarang telah di buka beberapa cabang pizza hut dan sebagian masyarakat indonesia telah mengubah nasi di era ini, bukan lagi sebagai makanan pokok. Salah satunya adalah produk pizza hut yang dimana untuk memperolehnya simpel, harga terjangkau oleh semua kalangan dan mudah dibawa. Dan inilah yang menjadikan produk pizza hut dapat diterima oleh sebagian kalangan masyarakat di Indonesia.
Minuman asing seperti Coca-cola, fanta jika di campuri semacam susu dan sejenisnya di yakini mampu membersihkan organ paru-paru, dan ini tentunya membawa efek positif bagi kesehatan tubuh manusia dan tentunya hal inilah yang membuat produk-produk ini bisa menjadi minuman trend di indonesia dan bisa diterima oleh masyarakat sekitar.
2)      Pemasaran Global dan Persaingan Global
  • Karaoke
Persaingan  pasar  yang  semakin  global  ini  terjadi  di  berbagai  bidang  usaha.  Termasuk diantaranya usaha di bidang hiburan yang kini mulai banyak bermunculan, seperti usaha moviebox, hiburan malam (klub-klub alam), cafetarian, bioskop, tak terkecuali karaoke keluarga. Bernyanyi  atau  yang  lebih  akrab  dikenal  dengan  karaoke  merupakan  salah  satu  alternatif hiburan  yang  cukup  menyenangkan  bagi  sebagian  orang.  Kegiatan  tersebut  bisa  dilakukan  baik  di tempat  umum  seperti  di  pentas  seni  musik  hingga  pangung  hajatan.  Namun  terkadang  sebagian orang menginginkan suasana refreshing tetapi tidak mengurangi rasa privasi. Salah satunya adalah berkunjung ke tempat karaoke keluarga.
Karaoke keluarga NAV 3 merupakan tempat hiburan yang difokuskan untuk refreshing baik bersama  keluarga  ataupun  teman-teman.  Karaoke  keluarga NAV  3 dalam pemasaran global dan dalam menghadapi persaingan global melakukan  strategi  pemasaran yang   berbeda   dengan   kompetitor   lain   untuk   memberikan   pelayanan   maksimal   kepada   para konsumennya.  Hal  tersebut  membuat  karaoke  keluarga NAV  3 menjadi  lebih  unggul  dan  diminati dibandingkan dengan perusahaan sejenis.Karaoke   keluarga NAV   3 sendiri   menerapkan   perarturan   yang   ketat   untuk   menjaga kenyamanan para konsumennya. Hal ini terlihat dengan tidak diberlakukannya tindakan asusila dan tindakan  kriminal  lainnya  terjadi  di    lingkungan  karaoke  keluarga NAV. Sehingga  penerapan peraturan  ini  menjadi  pertimbangan  utama  bagi  para  pengunjung  untuk  memilih  tempat  hiburan yang nyaman dan aman untuk masalah privasi
  • Pizza Hut
Pemasaran Global dan persaingan global pizza hut, variasi penyebaran outlet pizza berada di berbagai Negara juga dipengaruhi oleh faktor sosial budaya. Budaya masing – masing Negara jelas berbeda, misalnya saja di Indonesia dengan Eropa, jumlah outlet Pizza Hut yang ada di Eropa lebih banyak dibandingkan di Indonesia. Hal ini desebabkan karena budaya orang – orang Eropa dalam memenuhi kebutuhan makanan pokok berbeda dengan budaya orang – orang di Indonesia. Makanan pokok orang Indonesia berupa nasi atau beras sedangkan di daerah Eropa adalah gandum atau roti.
Kondisi persaingan yang semakin ketat juga mendorong pizza hut untuk berupaya mengenalkan merek (brand) produknya ke pasar global yang bertujuan agar merek patennya dikenal baik oleh konsumen, bahkan hingga familiar dengan merek Pizza Hut.
Faktor teknologi yang memengaruhi pizza hut dapat bersaing di pasar global adalah adanya produk yang baru dengan menu yang lengkap dan harga yang standart. Tidak hanya pizza rasa baru yang ditawarkan di gerai Pizza Hut, namun ada menu baru yang bervariasi seperti pasta, salad, camilan seperti potato wedges, bruschetta, cake, soup dan variasi minuman baru. Hal ini tidak luput dari adanya teknologi baru yang akan selalu dikembangkan oleh Pizza Hut. Selain adanya teknologi baru, Pizza Hut juga memodifikasi teknologi pengolahan menu lama yang hampir hilang dari peredaran permintaan konsumen seperti modifikasi pizza seafoodlovers menjadi splitza.
  • Pepsi Cola
Pemasaran Global dan persaingan global, Pesaing utama dari Coca-cola Company (industri softdrink) adalah perusahaan PepsiCo. PepsiCo merupakan pesaing yang sangat sengit di dalam dua pertumbuhan tercepat dalam kategori industri minuman. PepsiCo mendirikan bisnisnya di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, the Middle East, Africa dan Asia Pasifik.
Dalam menghadapi persaingan global, Pepsi-Cola Company yang berdiri sejak 1898, sudah melakukan ekspansi bisnis ke beberapa produk makanan. Kemudian PepsiCo mengakuisisi Tropicana pada 1998, dan 2001 melakukan merger dengan The Quaker Oats Company, termasuk Gatorade. Hingga sekarang, PepsiCo sudah mempunyai lima merek besar – yaitu Frito-Lay, Pepsi-Cola, Quaker, Gatorade, dan Tropicana. Merek-merek ini membawahi produk-produk PepsiCo yang variatif, sesuai kebutuhan dan pilihan konsumen, dari produk yang fun hingga produk ala hidup sehat. Mekanisme pemasaran produk PepsiCo dilakukan melalui empat departemennya, yaitu Frito-Lay North America, PepsiCo Beverages North America (PBNA), PepsiCo International, dan Quaker Foods North America.
  • Fanta
Coca-cola merupakan perusahaan minuman terbesar di dunia. Pemasaran global Coca cola dengn menjual empat dari lima top minuman non alkohol sedunia, diantaranya: Cocacola, Diet coke, Sprite, dan Fanta. Coca cola kurang lebih memproduksi 400 merk yang terdiri lebih dari 2600 produk minuman. Produk-produk coca cola didistribusikan melalui restoran dan toko makanan, serta pemasok.
Dalam menghadapi persaingan global, Coca cola menggunakan Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cinderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan. Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.
3)      Segmen dan Target Pasar
  • Karaoke
Oleh karena mahalnya peralatan karaoke pada masa awal perkenalannya. hiburan karaoke hanya dapat dimiliki oleh klub-klub malam yang mewah. Oleh karena itu sejak awal perkenalannya, masyarakat indonesia mempunyai pengertian bahwa karaoke identik dengan klub malam atau hiburan malam, namun pemilik dari happy puppy menambahkan kata "family" di depan kata karaoke box sebagai upaya penekanan bahwa hiburan yang disediakan adalah hiburan yang baik untuk keluraga atau hiburan untuk orang yang baik-baik. Sehingga banyak menarik minat masyarakat, yang Salah satu pengaruh yang utama adalah karena kesibukan dan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat disamping pengaruh globalisasi yang membawa serta gaya hidup dan kebudayaan masyarakat negara maju yang membutuhkan hiburan untuk menhilangkan penat karena rutinitas.
Dalam segmentasi pasarnya Happy Puppy membagi pelanggannya kedalam segmen bisnis dan komunitas. jika ditinjau dari segi kualitas, pelanggan terbesar adalah kalangan menengah. Namun kalau dilihat dari sisi kontribusi pendapatan, segmen yang mendominasi justru segmen bisnis dan komunitas. Dalam hal target pasar Happy Puppy memutuskan berada pada semua atau kebanyakan pembeli dalam pasar. Hal ini di maksudkan untuk berada pada pasar yang dominan. karena dalam industri yang berkaitan dengan seni dan musik Happy Puppy tidak dapat memilah-milah target konsumennya karena kebutuhan akan musik yang universal, terbukti dengan dimasukkannya semua genre musik kedalam plylist Happy Puppy.
  • Pizza Hut
Segmenting, Berdasarkan demografis usia, yang menjadi segmentasi Pizza Hut adalah kalangan usia remaja hingga usia lanjut. Berdasarkan demografi pendapatan, yang menjadi segmentasi Pizza Hut adalah orang yang berpendapatan menengah ke atas. Berdasarkan demografis kelas sosial, yang menjadi segmentasi Pizza Hut adalah kalangan menengah sampai menengah atas. Hal ini dapat dibuktikan dari visi dari Pizza Hut, yaitu untuk menjadi yang terunggul pada tingkat restoran kelas menengah di Indonesia.
Targeting, Dari segmentasi yang ada, yang menjadi targeting dari Pizza Hut adalah anak remaja di kalangan ekonomi menengah ke atas dan keluarga yang menyukai pergi makan di luar bersama (terutama yang memiliki anak-anak).
  • Pepsi Cola
Pepsi (sebelumnya bernama Pepsi-Cola) adalah merek minuman ringan yang dimiliki oleh PepsiCo Inc, salah satu produsen minuman ringan terkemuka di dunia. Minuman ini diproduksi dan dijual di seluruh dunia melalui, toko, restoran dan mesin penjual.
Segmenting
-          Segmentasi Geografis : diproduksi dan dipasarkan di seluruh dunia. Segmentasi demografis: kelompok usia remaja dan dewasa muda antara 14-30 tahun, Jenis kelamin laki-laki dan  perempuan, status pernikahan: semua status (menikah dan  belum menikah), tingkat penghasilan: menengah ke atas, tingkat  pendidikan: sd-sarjana, jenis pekerjaan: pelajar, mahasiswa maupun karyawan, agama: beragama apapun.
-          Segmentasi psychographic, status sosial: masyarakat menengah ke atas. Segmentasi psikologis, dimana konsumsi terhadap Pepsi merupakan gaya hidup yang akan meningkatkan prestise konsumennya.
Targeting
Targeting Sasaran pemasaran Pepsi di seluruh dunia sama yaitu membidik remaja dan kalangan muda baik pria maupun wanita. Salah satu slogan yang pernah dikeluarkan Pepsi, “The choice of a  New generation”, sangat jelas menunjukkan target konsumen yang dibidik. Pepsi selalu menggunakan selebriti muda untuk mengiklankan produknya dengan maksud selebriti populer akan menarik masyarakat dari golongan muda untuk membeli produk Pepsi.
  • Fanta
Sekarang ini Coca – Cola memproduksi merek seperti Fanta
Segmnetasi pasar
-     Pemasaran massal (mass marketing), PT Coca-Cola Indonesia mempromosikan produk coca-cola secara besar-besaran pada suatu momen (asian games), diharapkan dengan cara ini, coca-cola akan di kenal masyarakat secara luas
-     Pemasaran aneka produk (product differentiated marketing), Coca Cola Pada perkembangannya membuat diferensiasi produk dengan kemasan dan  ukuran yang berbeda untuk pelanggan yang sama.
-     Pemasaran sasaran (target marketing), Coca-cola mengeluarkan produk minuman soda fanta dengan warna kuning, dan dengan rasa rasa jeruk, hal ini dilakukan untuk mendapatkan pasar dari konsumennya yang juga penggemar jeruk.
Targeting
Fanta merupakan produk minuman yang bersegmentasikan para remaja muda. Menurut Fanta, para remaja muda merupakan mangsa pasar yang paling potential, dikarenakan  para remaja mudah terbujuk rayuan iklan, mudah ikut-ikutan teman, aktif mengikuti perkembangan tren, dan memiliki rasa kebersamaan atau rasa cinta yang tinggi terhadap suatu brand.
4)      Dalam menghadapi persaingan global kita dituntut berpikir untuk kreatif dan inovatif, khususnya dalam memasarkan suatu produk dan jasa.
  • Untuk dibidang iklan, iklan harus tampil beda, mempunyai karakteristik yang mudah dipahami konsumen secara singkat, tentunya juga harus menarik, bisa menambah suatu animasi atau efek cahaya dan sejenisnya. Disamping itu dalam tata letaknya penyajian iklan juga harus kita sesuaikan dengan produk dan tempat iklan kita.
  • Promosi Penjualan, Agar produk kita cepat di respon oleh konsumen tidak bisa mengadalkan satu media iklan saja, meskipun itu sudah menghabiskan biaya besar, dan perlu kita ingat biaya besar tidak menjamin keberhasilan iklan kita. Banyak media sosial yang bisa kita manfaatkan seperti tv, radio, koran, online, brosur, pamflet, baleho, dll.
  • Hubungan Masyarakat, dalam memasarkan produk kita sebagai seorang agen harus mempunyai loyalitas dan kepedulian yang tinggi dalam mendengar dan merespon keluh kesah masyarakat, karena dengan kita peduli dan loyalitas dan mau merespon masyarakat maka produk kita juga akan mudah diterima oleh masyarkat.
5)      Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak SDA, bukan hanya banyak jumlahnya tetapi juga ke-eksotisannya patut kita apresiasi dan kita lestarikan SDA kita dan dengan kita ikut andil dalam melestarikan SDA kita dan kita tidak hanya mungkin dalam menjadikan peluang bisnis, salah satunya di segi pariwisata. Sekarang di jaman globalisasi ini banyak sekali turis-turis asing yang berkunjung di indonesia hanya sekedar untuk melihat ke-eksotisan pariwisata kita. Kalau kita lihai dalam membaca studi kasus semacam ini, banyak sekali peluang bisnis yang dapat diambil oleh pemerintah dan swasta untuk bekerjasama untuk membangun peluang bisnis di bidang pariwisata. Tetapi sayangnya dari sekian banyak pariwisata alam di Indonesia jika kita kalkulasi benar-benar hanya sekian persen yang menjadi devisa bagi negara.
Kenapa hanya sedikit dari sekian banyak pariwisata alam kita yang yang ramai ? Contoh goa kreo dan waduk jatibarang, disini ada perbandingan dalam jumlah wisatanya, ibaratnya 10:1, di goa kreo sangat ramai, biaya tiket masuk selisih 2rb, jarak kedua tempat ini hanya beberapa ratus meter saja, maskot goa kreo adalah kera berekor panjang, kalau waduk jatibarang keindahan dan ke-eksotisan waduknya. Untuk goa kreo dalam pembangunan sarana dan prasarananya sudah cukup bagus tetapi untuk kebersihannya yang perlu di revisi ulang dan pembangunan semacam Resto tentunya yang aman dari monyet-monyet luar, area permainan seperti Flying fox dll.
Nah disinilah yang mau saya revisi ulang yaitu di tempat waduk jatibarang. Disini pemerintah sudah bagus dalam pembangunan akses jalan ke waduk jatibarang, tetapi sayangnya kenapa berhenti disini, kenapa tidak dilanjutkan ke sarana prasarana ke tahap lanjut. Contoh waduk jatibarang disana panas, harusnya ada semacam bangunan area resto yang teduh yang tidak panas. Disana banyak orang yang memancing tetapi tidak ada akses jalan yang mudah untuk di lewati, disinilah peran aktif para investor/pemerintah di perlukan. Saya yakin andai saja di area itu kita buka kuliner (tempat pemancingan / restoran ikan bakar) pasti harapan 80% kuliner kita mempunyai jenjang umur yang panjang, dan tentunya perbaikan sarana prasarana yang lebih mendetail lagi.
Dari studi kasus diatas kita dapat simpulkan jika bahwasanya ke-eksotisan  pariwisata alam yang banyak diindonesia jika tidak diiringi dengan pembangunan infrastruktur yang melengkapinya maka wisata alam itu tidak akan dapat dijadikan sebagai suatu peluang untuk di kembangkan. Dan Saya juga merasakan kurangnya suatu promosi yang jika bagi pariwisata alam di Indonesia baik lokal maupun di mancanegara. Inilah yang harus di benahi oleh pemerintah dan pihak-pihak yang ikut andil di dalamnya.